Monday, September 7, 2009

Cara Membagun vihara atau cetiya



Cara Membagun vihara atau cetiya tentunya membagun vihara da cetiya tidak segampang yang di perkirakan di dalam kehidupan ini,apa sebabnya ...?tentunya kembali kepada Alokasi Dana dan tempat yang baik dan cocok untuk pemukiman umat Buddha tentunya dan terbentuknya suatu organisasi yang bergerak dibidang sektor pembanguan dan menciptakan suatu daerah yang belum mempunyai ibadah agama buddha menjadi tempat lahan yang baik untuk rumah ibadah vihara atau cetiay yang baik untuk umat Buddah yang ada di lokasi daerah tersebut,jadi setiap tahap pembangunan tentunya banyak membutuhkan tenaga sosial,moral sosial,prilaku sosial,sifat sosial yang bersamaan dalam satu tim group atau organisasi baik untuk menciptakan suatu rumah ibadah untuk umat buddha itu sendiri,seperti halnya masalah pengakolasiaan tanah,tempat,umat yang di sekitarnya itu turut simpati untuk menyetujui kehadiran rumah ibadah di tempat lingkungannya baik dari permukiman warga setempat dan lain sebaginya,sehingga banyak yang bisa di lihat dengan berbagi sektor dari setiap pembangunan tentunya tidak luput dari Alokasi dana yang terkumpul dari berbagai sektor bidangnya itu,seperti donatur dan Dana yang lain, sampai halnya tahap pembangunan vihara atau cetiya tentunya yang pertama Dana yang dapat di pergunakan untuk membeli apa saja atau sebagai alat pertukaran dalam bisnis sosial dan Ekonomi itu,jadi Dana yang terkumpul tentunya berupa dana sosial dari umat yang terkumpul dan Dana dari mana saja yang terkumpul menjadi satu dan tahap kedua tentunya mencari lokasi yang baik dan strategis bagi perkembangan umat Buddha yang ada di lokasi tersebut yang tentunya berupa dasar dari pembangunan itu berupa pondasi dasar yaitu tanah,jadi tanah ini bisa dicari di kalah ada orang yang menjual tanah dengan murah kepada pembeli tentunya kalau murah dan transaksi terjadi jaul dan beli dengan aktah tanah yang sah dari badan hukum dan tidak sengketa dari hal kepemilikan hak tanah itu,kemudian di proses ke badan hukum yang bersangkuatan seperti notaris dan di sahkan menjadi pemilik yang sah untuk pembangunan Vihara atau cetiya itu.

Pembangunan vihara atau cetiya itu pun mulai dapat dasar dalam tahap berikutnya dalam pembangunan yang menyusul dengan tahap berikutnya seperti halnya dengan awal rapat dari semua organisasi untuk tahap pembangunan yang isinya berupa tahap pembangunan vihara atau cetiya itu,namun yang di bahas tentunya berupa tahap pembangunan dari Alokasi tanah yang telah dibeli dan mencari semua yang bersangkutan tentang pembangunanya, seperti halnya urusan kepemerintahan Dirjend Agama atau DEPAK,setelah selesai dari semua kepentingan urusan kepemerintahan Agama tentunya tahap dari surat izin membangun SIUUP dan selesai baru memasuki tahap undangan kepada para bihkkhu dan toko masyarakat umat Buddhis untuk peletakan batu pertama tahap pembangunan vihara atau cetiya itu,setelah acara selesai,kemudian tahap pembangunan dengan pemangcangan tiang atau cakar ayam sebagai podasi rumah ibadah dan susun bata kemudian mulai membangun sampai selesai,sehingga tercipta satu unit vihara atau cetiya yang tentunya dengan disain-disain tertentu dengan model yang telah diinginkan dengan lingkungan beribadah yang tenang dan nyaman itu.

Dari setiap tahap pembangunan vihara dan cetiya tentunya tidak luput oleh Alokasi dana yang akan terkumpul itu baik yang belum dan sudah terkumpul dengan tujuan untuk tahap rencana pembagunan suatu rumah ibadah vihara atau ceitya itu,Didalam ilmu bisnis Sosial ini banyak membantu dalam segi keuntungan untuk berbuat karma baik dan dana yang akan di kumpulkan dengan tujuan pembanguan vihara dan cetiya itu,jadi bagai umat yang merai keuntungan untuk berdana dan dapat berkesempatan untuk berbuat karma baik dan pembanguan vihara atau cetiya pun dapat terlaksana dengan baik dan tentunya setelah selesai dapat di jadikan tempat rumah ibadah yang berguna untuk Perkembangan umat Buddha di sekitarnya itu.